Egao de Maryoku Charge Chapter 34 Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 34 - Eternal Slave

Hari ini mulai mengembalikannya dari awal.

Pertama-tama, restorasi dinding kota selesai jadi aku pindah dengan Yuria.

「Dimana selanjutnya?」 (Akito)
「Ke selatan…keluar dari kota sedikit.」(Yuria)
「Selatan?」
「Orang-orang ingin mengolah ladang, jadi mereka meminta sumber pengairan.」
「Sumber pengairan…...Aku ingin tahu apakah sumber air panas (besar) akan baik-baik saja?」
「Aku sudah meminta Risha-san dan Mira-san untuk membawa bahan-bahannya.」
「Oh begitu. Kerja bagus.」

Aku memuji Yuria dan mengelus kepalanya.

Ia tidak membencinya, namun sepertinya juga tidak membuatnya bahagia.

Dibandingkan dengan Risha dan Mira, ia tidak sering memberikan pengisian sihir atau terlihat mendapat kebahagiaan.....Aku sedikit mengkhawatirkannya.

「Setelah ini apa lagi?」
「Seluruh penduduk kota meminta agar Master membuat tempat pemandian lagi.」
「Semua orang?」
「Laki-laki dan Perempuan.」
「……oh, benar juga aku belum pernah memisahkan berdasarkan jenis kelaminnya.」

Awalnya aku membuatnya supaya bisa melihat budak-budak-ku yang cantik (mandi), jadi aku benar-benar melupakan hal itu.

「Aku mengerti, aku akan membuatnya. Ummm…Lava Soul adalah——」
「Aku sudah meminta Maya-san dan kelompoknya.」
「Kau benar-benar bagus terhadap hal ini.」

Aku tidak mengatakan ini untuk membuat ia senang, itu adalah pendapat jujurku.

Aku benar-benar berpikir seperti itu, meskipun ia mungkin adalah seorang budak, Yuria adalah seorang sekretaris yang sangat cekatan.

***

Sore, aku istirahat di mansionku.

Aku mendapatkan bantal pangku yang mewah dari budak pertamaku, Risha.

「Terimakasih atas pekerjaan anda Goshujin-sama.」
「Aku lelah……Aku harus pergi ke Timbuctoo dan kembali hari ini…」
「Apakah itu karena Yuria?」
「Jika itu bukan karenanya aku pikir itu bahkan akan menjadi lebih buruk.」

Kesulitan dari pekerjaan ini mungkin akan meningkat beberapa kali.

Aku membayangkan bagaimana Risha, Mira dan aku berlari sendiri dengan compang-camping.

「Yuria membuat dirinya sangat berguna kah?」
「Ya.」

Risha tenang.

Ia tetap diam dan mulai sedikit mengipasi aku.

Paha-nya lembut dan anginnya juga sejuk....rasanya enaaaak.

Memiliki budak yang hebat untuk melakukan ini membuat rasa lelah (langsung) meleleh.

Rasanya sangat enak dan aku mulai hanyut.

「Maste——」
「Shh!」

Aku mendengar suara. Sepertinya Yuria datang tapi Risha menyuruhnya untuk tenang.

「Goshujin-sama akhirnya istirahat. Ada laporan apa?」
Tanya Risha.

Jika itu bukan sesuatu yang penting aku ingin terus menikmati surga ini.

「Ada sebuah laporan dari Maya-san. Sebuah kelompok menyerang kota. Mereka sudah dikalahkan dan semuanya tertangkap.」
「Jadi mereka menunggu keputusan dari Goshujin-sama?」
「Pemimpin mereka adalah seorang laki-laki dengan budaknya…sepertinya namanya adalah Seiya.」

Hm? Seiya?

Seiya menyerang Ribek?

Aku membuka mata setengah dan melihat Risha merenung sambil dilihat oleh Yuria.

Secara teknis aku sudah mengenal Seiya selama sejak aku mengenal Risha.

Apa yang akan ia putuskan.....aku akan melihatnya (saja) untuk sekarang.

「Yuria, lepaskan saja orang-orang itu. Orang yang bersama dengan budaknya mungkin akan terbang ke dalam kemarahan, namun abaikan saja itu dan kirim dia ke jalannya.」
「Apakah itu tidak masalah? Mereka akan datang untuk menyerang kita (lagi tahu)?」
「Aku rasa Goshujin-sama juga pasti akan melakukan hal yang sama.」

Jawab Risha sambil melihat ke arahku.
Aku menutup mataku dengan cepat sebelum ia melihat bahwa aku membuka mataku.

Yep, seperti kata Risha.

Sejak saat kami berpisah dengan sang Dewi ini adalah keempat kalinya aku berhadapan dengan Seiya.

Akhir-akhir ini, interaksi kami terjadi seperti saling bermusuhan, dan saat kami bertemu, dia semakin marah.

Meskipun aku menangkapnya, pada akhirnya aku akan melepaskannya lagi. Aku tidak memiliki dendam pribadi dengannya.

Seperti yang diharapkan dari budak yang sejak awal bersamaku. Ia mengetahui apa yang akan aku lakukan.

Setelah beberapa lama, Yuria meninggalkan ruangan.

Aku lanjut menikmati surga-ku.

Jika itu seperti ini, maka aku bisa meninggalkan semuanya kepadanya ketika itu adalah waktu istirahatku.

Aku menutup mata dan tertidur di atas bantal pankuannya.

***

Malam, aku keluar mansion.

Mayoritas penduduk di kota sudah pulang ke rumah dan tidak ada lagi orang yang ada di jalan.

Aku pergi berjalan untuk satu alasan atau yang lainnya.

Ribek adalah sebuah kota yang berada di bawah kekuasaan Marato sampai beberapa waktu yang lalu.

Dibandingkan dengan waktu itu, (sekarang) rumah-rumah telah diperbaiki seperti baru dan jalannya terorganisir dengan baik.

Ada hal yang aku perbaiki dan ada juga hal yang aku buat dari awal.

Kota yang aku buat.....kota yang aku perintahkan.

「Ahaha, 'Yah kau lucu~」
「Tidak itu benar ini dari——sebuah tembakan besar yang ayah jatuhkan.」
「Iya iya, pastikan kau membawa tangkapanmu ke rumah sebelum mulai bercanda.」

Aku mendengar suara datang dari dalam sebuah rumah.
Mereka adalah suara yang membuatku berpikir bahwa mereka adalah sebuah keluarga bahagia.

Di sini, orang-orang tertawa dengan bahagia.

「Ini bagus.」
「Akito-sama.」

Seseorang memanggilku dari belakang.

Dia adalah seorang pria paruh baya yang wajahnya benar-benar tidak aku kenal.

「Kau adalah....?」
「Nama saya adalah Denis.」

Yep, itu pertama kalinya aku mendengar nama ini.

Jika diingat kembali aku rasa sepertinya aku tidak benar-benar melihat dia di antara orang-orang yang bekerja untuk membawa bahan-bahan ke dalam lingkaran sihir.

Aku penasaran apa yang dia inginkan saat,

「Akito-sama, lebih baik anda berhati-hati.」

Ekspresiku berubah serius saat Denis mengatakan sesuatu yang (kelihatannya) penting.

「Hati-hati?」
「Ya. Budak yang kecil adalah milik anda bukan, Akito-sama?」
「Yuria?」
「Ya. Lebih baik anda berhati-hati dengannya. Dia berkeliling kota menggunakan nama Akito-sama.」
「Apa dasar dari (pembicaraan) ini?」
「Ada buktinya. Seperti tadi sore, dia memutuskan untuk melepaskan kelompok orang-orang yang menyerang kita.」

Hmm...maksudmu Seiya bukan....
Itu adalah――

「Dia memutuskannya secara acak saat Akito-sama sedang beristirahat. Saya pikir bahwa hal seperti itu berbahaya. Lebih baik anda menangani masalah ini secepatnya…seperti menyingkirkannya atau yang lainnya…」
「Oh begitu.」

Kataku dan dia terlihat menyeringai.

Entah mengapa dia seperti (seorang) penghasut, seperti dia melakukan ini karena perintah dari orang lain....setidaknya itu adalah ekspresi dan kesan yang dia buat.

Hanya melihat pada ekspresinya saja membuatku merasa cukup tidak nyaman.

「Terimakasih atas peringatanmu. Mulai sekarang katakan padaku jika kau menyadari sesuatu yang salah.」
「Ya, kalau begitu aku akan——」
「Apapun yang salah selain dari budak-ku.」

Kataku dan Denis membeku.

Wajahnya kaku seperti terbuat dari batu.

「Yuria adalah budak-ku.」
「Yah, tapi…」
「Bahkan jika aku dikhianati aku tidak akan pernah menyingkirkannya. Ia adalah Eternal Slave-ku.」

Kataku secara terang-terangan dan Denis membuat sebuah suara 「Urgh」.
Momen berikutnya.

—Magic has been charged by 2,000,000—

Aku mendengar suara yang tidak asing lagi ketika sebuah cahaya meledak dibelakangku.

Aku berbalik dan melihat Yuria berdiri di sana dengan choker yang bersinari cahaya.

Ekspresinya――aku bahkan tidak perlu melihat untuk memahami itu.


Egao de Maryoku Charge Chapter 33 Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 33 - Kelompok prajurit perempuan, satu prajurit laki-laki

Di dalam gunung yang jaraknya agak jauh dari kota Akito.

Monster yang ada dihadapanku adalah monster lahar yang disebut Lava.

Ketika makhluk itu dikalahkan, makhluk tersebut akan menjatuhkan Lava Soul mereka yang mana biasanya digunakan sebagai bahan untuk barang-barang 「yang menggunakan panas」.

Seperti kompor portabel dan pemanas air.

Itu adalah barang yang nyaman dan sepertinya bisa mengeluarkan panas tanpa ada batasan waktu, tapi kesulitan dalam penghantarnya sangat tinggi.

Yah, bagiku itu tidak terlalu berbahaya dengan Eternal Slave Kai, (tapi) itu berbahaya bagi―

「Grup Oria pergi ke sebelah kanan, Raisa ke sebelah kiri. Serang dengan menggunakan formasi serangan menjepit.」
「Baik!」
「Serahkan padaku~」

Orang yang menghadapi Lava adalah sekelompok perempuan.

Sekelompok perempuan itu dipimpin oleh Maya untuk bertarung dengan Lava.

「Kh, ini terlalu sulit!」
「Apa yang harus kami lakukan, Nee-san!?」
「......Oria ikutlah denganku untuk menghentikannya. Raisa bawalah kelompokmu dan gali lubang lebih dalam.」
「Lubang?」
「Ya, kita akan menjatuhkan makhluk itu ke dalam lubang tersebut.」
「Baik!」

Perempuan yang bernama Raisa membawa kelompoknya dan mulai menggali lubang jebakan.

Di waktu yang sama Maya dan kelompok lainnya mulai melancarkan serangan.

「Nee-san, di sana ada sebuah batu besar.」
「――! Pindah ke sebelah sana dan bersiap untuk menjatuhkannya kapan saja.」
「Siap!」

Kali ini Oria membawa beberapa anggotanya dan pergi ke arah batu besar di ketinggian.

Maya terus bertarung sambil menggiring Lava tersebut ke lokasi dimana batu besar itu akan jatuh.

Menjatuhkan batunya dan menggali lubang jebakan.

Di bawah perintah Maya kelompok perempuan-perempuan itu melakukan berbagai macam hal untuk melawan Lava.

***

「Apakah ini tak masalah?」

Maya membawakan Lava Soul kepadaku.

Kelompok prajurit perempuan itu telah mengalahkan Lava tanpa ada sedikitpun campur tangan dari-ku.

Aku tidak melakukan apapun, namun ini adalah sebuah langkah maju yang besar bagiku.

Hingga saat ini aku telah mendapatkan bahan-bahan langka sendiri.

Meskipun itu adalah pertempuran sengit, (namun) ada sebuah potensi yang besar bahwa mereka mampu mengalahkan monster seperti itu secara berkelompok.

「Ya, ini tidak masalah. Kerja bagus.」
「Jumlah ini tidak terlalu istimewa. Omong-omong, tolong tepati persetujuanmu―」
「Aku akan menepati persetujuannya, jangan khawatir. Faktanya....」
「Faktanya?」
「Aku pikir bahwa itu akan menjadi yang terburuk untuk tidak membuatkan kalian senjata yang bagus.」
「Mengganti senjata kami?」
Maya nampak terkejut.

「Ya, senjata yang kau gunakan hampir tidak bisa dipakai untuk apa-apa.」

Kataku dan Maya melihat ke arah senjata yang digunakan kelompoknya.

Hanya seperti perkataanku, semua senjata mereka tidak layak pakai.

「Aku akan buat beberapa, jadi apa yang kau suka?」
「Bisakah kami mendapatkan apapun?」
Matanya Maya berkilauan.

「Ya.」
Kataku sambil mengangguk.

Maya bertukar pandang dengan kelompok perempuan yang lain dan mereka semua mengangguk.

***

Lengan Kuat Raksasa Toroi.
Material yang aku butuhkan untuk membuat sebuah ketapel....Nitoka.

Itulah apa yang Maya dan anggota perempuan lainnya minta.

Sepertinya mereka telah melihat salah satunya didirikan di kota dan itu telah membangkitkan keinginan mereka untuk memiliki senjata semacam itu.

Aku bilang bahwa aku akan membuatkan mereka apapun jadi seperti itulah ini berakhir dengan aku membawa mereka bersama untuk ke daerah Toroi.

Hanya seperti saat melawan Lava, para perempuan bertarung melawan Toroi di bawa perintah Maya.

Dan begitulah terjadi pertempuran yang sengit.

「Nee-san! Riana telah...!」
「Mundur dan obati dia! Tania dan Tatiana sediakan serangan perlindungan.」
「 「 Baik! 」 」

Itu adalah pertempuran yang sulit, namun mereka melakukan pertarungan dengan baik di bawah perintah Maya.

Aku mendekati Riana dari belakang kelompok dan menggunakan obat pemulihan padanya.

Luka Riana telah pulih.

「Te-Terima kasih......」
「Jika kau bertempur lagi, berhati-hatilah, terlibat ke dalam sebuah kompetisi kekuatan dengan makhluk itu adalah pekerjaan orang bodoh.」
「Aku mengerti.」
「Aku meninggalkan beberapa obat di sini, gunakan ini dengan bijak.」

Kataku dan meninggalkan beberapa obat pemulih.

Maya benar-benar memahami pergerakan dan memerintah barisan depan, barisan belakang, dan mendukung semua pasukannya.

Perempuan dari grup pendukung mengambil obat pemulih yang aku tinggalkan.

Di bawah perintahnya Maya, Toroi itu dengan perlahan melemah dan akhirnya dapat dikalahkan.

***

「Oh begitu, jadi beginilah kau melakukannya.」

Aku melihat apa yang terjadi dan memahaminya.

Setelah aku membuat Nitoka dengan Lengan Toroi, Maya membawa sesuatu seperti gerobak/kereta dorong.

Itu dibuat tanpa menggunakan bahan yang istimewa, namun mereka menempatkan Nitoka di atasnya.

Itu jadi terlihat berubah menjadi ketapel berjalan.

「Ya, ketika kami melihat ini di kota aku memikirkannya. Jika kami memiliki ini maka....kau tahu.」
「Begitu ya.」

Kelompok perempuan ribut-ribut mengelilingi Nitoka yang dapat berjalan.

Aku melihat ini dan bertanya ke Maya.

「Berapa banyak kau membutuhkan ini?」
「Huh?」
「Untuk divisi ketapel berjalan, berapa banyak yang kau butuhkan?」
「O-Oh.」

Maya berpaling ke arah kelompoknya.

「Jika ada empat lagi, itu akan lebih bagus.」
「Oh, begitu.」

Aku mengeluarkan kartu DORECA dan membuat empat formasi lingkaran sihir Nitoka.

Aku mengeluarkan Eternal Slave Kai.

Yuria masih berada di dalam pedang ini membuat mata pisaunya bersinar putih.

「Tunggu saja sebentar.」

Kataku dan mulai berjalan langsung menuju ke arah panah.

Setelah melihat Maya dan sisanya bertarung, aku menjadi sedikit bersemangat.

Aku pergi mencari Toroi selagi Maya dan sisanya mengikutiku.

Aku membawa kelompok perempuannya juga dan segera menemukan beberapa Toroi.

Ada lima dari mereka. Ada cukup bahan untuk semua Nitoka ditambah satu lagi.

「Yuria.」
(Ya.)
Jawab Yuria di dalam pikiranku.

Aku berpaling sekilas dan berkata;

「Aku akan menunjukkan sesuatu yang bagus kepada mereka, pinjamkan aku kekuatanmu.」
(Saya mengerti.)

Aku menyerang langsung ke arah Toroi dan ayunan pertama yang melayang adalah sebuah lengan besar ke arahku.

Aku menyalurkan sihir ke dalam pedang Eternal Slave Kai dan mengayunkan―terbang lengan makhluk itu.

Satu melawan lima Toroi.

Satu Toroi disapu habis setelah yang lainnya―dan pertarungan segera berakhir.


Egao de Maryoku Charge Chapter 32 [Part 2] Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 32 - (part 2)

Aku terkejut.

Setiap orang dari 50 orang adalah wanita.

Setelah pertarungan, semua 50 wanita dari mereka yang kalah menatap ke arahku.

Aku sedikit malu, ini tidak seperti suatu perkembangan yang kuharapkan.

「Umm…untuk sekarang bisakah kalian menunjukkan pemimpin kalian?」

Aku pikir bahwa aku harus bicara dengan mereka. Ketika aku bertanya, seorang wanita maju ke depan.

「Akulah Pemimpinnya.」

Itu adalah wanita yang (lebih kelihatan) seperti seorang Onee-san, itulah kesan pertama yang aku dapatkan setelah ia melepaskan mantelnya.


Satu kata saja....aku gambarkan pakaiannya sebagai Bikini-armor.

「Siapa namamu?」
「Bukannya itu tak sopan untuk bertanya 'siapa namamu' sebelum kau memperkenalkan diri?」
「Aku Akito」
「…Maya」

Setelah aku menyebut namaku sendiri dengan mudah dan sederhana, Maya nampak sedikit berat hati sebelum mengenalkan dirinya.

「Baiklah Maya, kalian siapa? Aku asumsikan bahwa kalianlah yang menyerang kota-ku bukan?」
「Ya, aku tidak menyangkalnya. Itu adalah aku. Aku yang akan bertanggung jawab sendiri.」
「Nee-san!?」
「Apa yang anda katakan, Nee-san!?」
「Itu benar. Onee-sama hanya memikirkan kebaikan semua orang——」

Semua gadis-gadis mengatakan ini dan itu, tapi Maya melotot ke mereka sekali dan mereka terdiam.

Aku mengerti bahwa mereka punya banyak kata-kata yang ingin diucapkan, namun setelah tatapan (yang diberikan) dari Maya, mereka dengan enggan menerima situasi tersebut.

Itu bagus, itu artinya selama aku menyelesaikan masalah ini dengan Maya, semuanya akan baik-baik saja.

「Aku tak perduli apa yang akan terjadi padaku setelah kami kalah. Tapi tolong biarkan mereka pergi.」
「Terserah, katakan saja alasan mengapa kau mengerang. Mengapa kau mencuri makanan dari kota-ku?」
「Alasannya?」

Maya mencemoh (sambil) mengangkat kepalanya.

「Kau, apa kau datang dari surga atau sejenisnya? Bukankah itu hanya supaya kami bisa makan?」
「Jadi itu yang bisa kau makan…」
「Benar. Jika tidak, siapa akan melakukan hal yang begitu berbahaya semacam itu? Serangan itu juga menyebabkan banyak rekan-rekanku terluka. Bahkan masih ada yang dalam kondisi berbahaya.」

Jadi aku pikir serangan balik penduduk kota melukai mereka juga?

「Dimana orang itu?」
「Apa?」

Maya menatapku dengan tatapan hati-hati.

Aku mengeluarkan obat pemulih dari tas dan melemparkannya ke Maya.

Luka yang ia alami dari pertarungan kita sebelumnya langsung sembuh beberapa saat.

Aku mengeluarkan obat pemulih lainnya dan menunjukkannya.

「Dimana dia?」

Aku mengulangi perkataanku dan semua mata dari rekan-rekannya Maya berubah menjadi ekspresi penuh harapan.

***

Para wanita membimbingku ke arah markas mereka. Aku menggunakan obat pemulih kepada wanita yang terluka parah.

Ia terlihat bisa akan mati kapan saja, tapi segera sembuh.

Aku menonton saat mereka saling berpelukan dalam kebahagiaan, kemudian membawa Maya kesuatu tempat untuk bicara dengannya.

「Apakah ada lagi yang terluka?」
「T-Tidak, tidak ada. Yang lainnya hanya terkena goresan saja…karena kau sangat baik pada kami.」
「Begitukah, baiklah. Obatnya membutuhkan usaha untuk dibuat.」

Aku tidak memiliki banyak orang di sekitar daerah sini.

「Kau…….apa niatmu?」
「Tidak banyak. Omong-omong, berhentilah menyerang kota. Jika kau ingin Pushinee….makanan itu, maka kau hanya perlu datang langsung.」
「…Benar-benar apa niatmu?」

Maya benar-benar waspada.

「Tidak ada. Meskipun kemungkinan kau mengerti jika kau memakannya, itu akan memenuhi perutmu meskipun menjijikan.」
「……..」
「Oleh karena itu jika aku membagikannya ke semua orang, kau akan setidaknya bisa mempertahankan standar minimum kehidupan. Jika seperti itu masalahnya, maka dengan senang hati aku akan meberikan sebanyak yang aku punya. Dengan syarat——kau harus berhenti melakukan sesuatu seperti mencuri.」
「….apakah kau benar-benar akan memberikan kami ini? Seperti yang bisa kau lihat, keluarga kami cukup besar.」

Kata Maya.

Untuk beberapa titik, sisa dari wanita-wanita itu berkumpul. Mereka semua menahan nafas mereka untuk menunggu pertukaran syarat antara aku dan Maya.

「Ya.」

Aku mengangguk. Akhirnya, tatapan permusuhan di mata Maya memudar.

「Datanglah ke kota jika ketika kau ingin. Madway akan menghubungiku.」

Kataku dan sambil bersiap pergi.

Kami mencapai titik pemberhentian yang bagus....atau begitulah pikirku saat,

「T-Tunggu dulu.」

Aku diminta untuk berhenti. Aku berbalik.

「Ada apa?」
「Kami telah menyerang kota itu, mereka pasti menyimpan dendam pada kami.」
「Oh begitu ya.」

Itu mungkin benar. Mereka tidak melukaiku secara pribadi jadi aku tidak keberatan, namun Madway dan yang lainnya mungkin menahan dendam terhadap mereka.

「J-Juga aku merasa tidak enak kalau hanya menerima semua itu tanpa melakukan apapun.」
「Kalau begitu apa yang ingin kau lakukan?」
「I-Itu….」

Maya berhenti bicara dan melihat sekitar.

Semua gadis-gadis melihatnya kembali dan mengangguk.

「Kami akan bekerja untukmu. Itu sebagai gantinya.」
「Bekerja untukku?」
「Meskipun kita mungkin telah kalah darimu, Aku…kami cukup percaya diri dengan kekuatan kami. Kami bisa bekerja untukmu sebagai tentara militer atau pengawal pribadi, sesuatu seperti itu.....」
「…….」

Entah mengapa,

「Kau cukup teliti juga ya?」
「——」

Wajah Maya seketika memerah dan membuat suara merintih yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Itu adalah celah karakter yang manis.

Aku tidak sengaja tertawa kemudian menjawab.

「Tidak masalah. Jika kau bekerja untukku, aku akan menjamin makanan untukmu. Aku mengharapkanmu untuk bekerja dengan baik.」
「Y-ya.」

Matanya Maya berkilauan dan para gadis-gadis itupun bersorak pelan.

Beginilah cara aku mendapatkan prajurit militer pribadi.


Egao de Maryoku Charge Chapter 32 [Part 1] Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 32 - (part 1)

「Telah terjadi sesuatu yang buruk Goshujin-sama!」

Risha berlari ke ruanganku di dalam mansion dengan wajah yang terlihat panik.

「Apa yang terjadi?」
「Jo-Joseph-san sedang…!」
「Joseph?」

Joseph salah satu penduduk dari kota pertamaku  —Akito—.

Dia termasuk di antara orang pertama yang telah aku kembalikan dari wujud kera bercakar menjadi manusia.

Seharusnya dia berada di kota yang berbeda sekarang.

「Apakah telah terjadi sesuatu pada Joseph?」
「T-Tolong ikut saja denganku!」

Risha panik jadi tidak ada gunanya untuk menanyakannya.

Itu tidak membantu jadi aku meninggalkan ruanganku bersama dengannya.

Joseph (tergeletak) di atas lantai mansion.

「Joseph!」

Aku sedikit panik dan berlari menghampirinya.

「Ahh, Akito-san.」

Kelihatannya Joseph sudah dipulihkan.

Pakaiaannya jelas sobek dan dipenuhi dengan darah meskipun lukanya sudah pulih.

Mira berdiri di sampingnya memegang beberapa obat mujarab.

Setelah (aku) memujinya karena telah merawat Joseph, dan aku mendapatkan sedikit pengisian sihir, sekali lagi aku berpaling ke Joseph.

「Apa yang terjadi?」
「Kota telah di serang.」
「Kota? Meskipun di sana ada Air Mancur Ilia? Yang aku buat. Aku kira monster-monster tidak akan menyerang?」
「Itu bukan monster.」
「Apa?」
「Itu adalah sekelompok orang. Mereka yang menyerang kami.」

Kata Joseph dengan frustasi.

Apa yang dia katakan adalah di luar harapanku.

***

Kota pertama —Akito—.

Aku membwa Yuria denganku dan kembali ke sana bersama Joseph.

「Akito-san!」

Ketika kami memasuki kota, Madway melihat kami dan berlari mendekat.

「Madway kau baik-baik saja?」
「Ya, entah mengapa.」
「Bagaimana dengan yang lain?」
「Ada beberapa yang terkena luka ringan.」
「Begitu ya.」

Sekali lagi aku melihat kotanya.

Beberapa bangunan hancur bersamaan dengan barang-barangnya.

「Apakah hanya ini kerusakannya?」
「Tidak.」

Madway menggelengkan kepalanya.

「Mereka mencuri semua makanan kita.」
「Makanan?」
「Makanan yang Akito-san siapkan untuk kami. Semuanya.」
「Maksudmu Pushinee?」

Madway mengangguk.

Aku menuju ke gudang penyimpanan makanan.

Di sana seharusnya ada tumpukan Pushine, tapi semuanya menghilang seperti yang dikatakan Madway.

「Apakah mereka mengambil yang lain?」

Madway menanggapi dengan menggelengkan kepalanya.

「Itu saja.」

Aku mengangkat alisku.

Sekelompok orang yang menyerang kota untuk mencuri makanan......apa yang terjadi?

***

Aku membuat formasi lingkaran sihir untuk memperbaiki semua bangunan, lalu bersama Yuria dan pergi.

Aku mengikuti anak panah dari lingkaran sihir. Anak panah itu untuk sesuatu yang disebut Rapusha, yang mana menggunakan Pushine sebagai bahannya.

Aku menggunakannya sebagai radar dan mengejar kelompok orang itu yang mencuri Pushinee.

「Master.」
「Apa?」
「Apa yang akan anda lakukan jika mereka tertangkap?」
「…….」

Benar juga.....apa yang akan aku lakukan?

Aku terdiam di sana dan tidak tahu apa tujuanku.

Semua yang dicuri mereka hanyalah Pushinee yang disiapkan untuk 100 penduduk kota selama sebulan.

Bahkan jika kau menambahkan itu semua secara bersamaan itu takkan mencapai biaya 10,000 sihir.

Tidak ada lagi yang dicuri dan tidak ada yang benar-benar terluka.

Akhirnya aku sadar bahwa aku bahkan tidak memikirkan apa yang sedang aku lakukan. Aku baru saja terjebak dalam arus.

「Anda belum memutuskannya?」
「…..belum.」

Aku tersenyum masam dan menanyakan Yuria.

「Jika itu kau, apa yang akan kau lakukan?」
「Buat lebih banyak Pushinee dan menguatkan pertahanan dengan membuat lebih banyak Nitoka. Katakan kepada mereka untuk menggunakannya lebih baik lain kali.」
「Begitukah.」

Saran dari Yuria mungkin benar. Pushinee adalah barang yang cepat habis. Kali ini penyerang mempunyai unsur kejutan.

Saat berikutnya mereka seharusnya dapat memblokir mereka dengan Nitoka, dan aku mungkin tidak perlu pergi sendiri (untuk mengejar mereka).

Aku tidak perlu tapi........

「Yah, ini mungkin lebih baik untuk menarik (keluar) masalah sampai ke akarnya.」

Alasannya masuk akal dan mungkin juga benar.

「Aku mengerti.」

Yuria setuju dengan tenang.

「Juga, aku tidak tahu kapan pertarungan mungkin akan pecah. (Jadi) Aku akan memasukkanmu ke dalam pedangku.」
「Aku mengerti.」

Nitoka belum digunakan, tapi aku membuat persiapan pertarungan lebih awal dengan memasukkan Yuria ke dalam pedangku.

Aku menekan berliannya dan ia tersedot ke dalam.

Begitu pedangku mulai mengeluarkan cahaya putihnya seperti biasa,

(Mereka datang Master.)
「Eh?」

Peringatan masalah dirasakan oleh Yuria. Saat berikutnya arah panah sihir menunjuk ke depan.

Aku langsung menengok dan melihat musuh (sedang bergerak) mendekatiku.

Ada sekitar 50 orang yang mendekatiku yang benar-benar tersembunyi oleh mantel dari kepala hingga ujung kaki mereka.

Mereka datang dari arah yang ditunjukkan oleh anak panah.

—Serangan Dadakan— kata-kata itu muncul di kepalaku.

「Kenapa?」
(Bahan mereka bercahaya. Mereka mulai waspada.) (TLn: "Bahan" maksudnya Pushinee ya.)
「…….oh」

Itu seperti apa yang dikatakan Yuria.

Meskipun aku menggunakannya seperti radar, Pushine itu sendiri akan mulai bersinar.

Monster akan mengabaikannya, namun jika kau adalah manusia dan sesuatu yang kau curi mulai bersinar, kau (pasti) akan waspada.

Dan dari sanalah, sebuah —Serangan Dadakan— akan menjadi kesimpulan yang jelas.

「Aku ceroboh. Itu adalah teknik yang berguna, namun aku perlu memikirkan itu lebih hati-hati lagi sebelum menggunakannya.」
(Ya.)
「Omong-omong, Yuria aku akan menyerahkan prediksi serangan (mereka) padamu.」
(Baik, saya mengerti.)

Aku menggenggam (kuat) pedang Eternal Slave Kai yang bersinar dan (mulai) bersiap untuk berbentrokan dengan musuh.

***


Egao de Maryoku Charge Chapter 31 Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 31 - (Oshiki) Proyek Pekerjaan Umum Yang Seksi

Aku dengan mudah memutuskan nama uangnya 「Yen」.

Satuan yang berbeda sama dan aku rasa ini mudah untuk diucapkan.

Aku berdiri di depan mansion dengan koin 1 yen dan uang kertas 1,000 yen yang tergeletak di atas tanah di depanku.

「Risha.」
「Ya.」

Aku menekan berlian merah dan Risha tersedot ke dalam pedang. Eternal Slave Kai menjadi membara mata pisaunya.

Aku mengumpulkan sihirku....dan mengayunkan (pedangnya).
Mata pisau yang membara itu membakar koin dan uang kertas.

Uang itu terbakar―――atau begitulah kelihatannya, tapi itu terbakar lebih ajaib.

Setelah apinya padam, koin 1 yen dan uang kertas 1,000 yen itu sama sekali tidak gosong.

Aku mengambilnya.

Aku mencoba untuk menekuk koin itu dan merobek uang kertasnya.

Dan faktanya bahwa aku tidak bisa menekuk koin itu, bahkan aku tidak bisa merobek uang kertasnya.

「Menu Open.」

Selanjutnya aku memegang kartu DORECA-ku dan memilih 「Disassemble」. (「Pembongkaran」)

Kedua jenis uang itu berakhir hancur oleh sihir.

Setelah mencoba berbagai hal aku mengerti.

Bahwa uang yang dibuat oleh sihir (dari kartu) DORECA kemungkinan tidak bisa dihancurkan oleh serangan fisik namun itu bisa dihancurkan oleh seseorang yang memiliki kemampuan (kartu) DORECA yang sama.

Selain itu, itu membutuhkan cukup banyak sihir.

Jadi, uang ini tidak bisa dipalsukan dan sangat sulit dihancurkan.

「Ini adalah benda paling curang yang aku temui sampai sekarang aku pikir.」

Aku bergumam dengan senyum masam di wajahku.

***

「Goshujin-sama, hari ini kita akan membuat apa?」

Pagi berikutnya seperti biasa Risha menanyakan pertanyaan yang sama kepadaku.

Itu adalah ucapan yang akrab seperti biasanya saat ia selalu membantu untuk meningkatkan motivasiku.

Ketiga budak-ku berkumpul semua dengan Mira dan Yuria berdiri disampingnya (Risha).

「Aku ingin membuat sesuatu untuk hiburan dan kesenangan.」
「Hiburan?」

Risha terlihat bingung.

「Ya. Entah mengapa, aku sudah kebanyakan mengerjakan masalah makanan, pakaian, dan tempat berlindung (rumah)...…」

Kataku sambil melihat keluar jendela.

Aku melihat beberapa lingkaran sihir (berkelap-kelip) di kejauhan. Mereka adalah lingkaran sihir yang disediakan bagi penduduk kota untuk memperbaiki kehidupan mereka.

Lingkaran untuk rumah mereka, perabotan rumah tangga, pakaian, dan makanan.

Penduduk kota hanya perlu membawa bahan-bahan ke dalam lingkaran dan membuat benda yang mereka butuhkan.

Omong-omong, bagi orang yang mengumpulkan bahan-bahan untuk keperluan publik seperti Pushinee dan sejenisnya, mereka mendapatkan bayaran dengan mata uang baru.

Yuria yang mengusulkan hal ini dan membuatnya menjadi semacam pekerjaan umum.

Ini juga hal bagus karena kita dapat menyebarkan mata uang baru sedikit demi sedikit di sepanjang populasi.

「Cepat atau lambat aku ingin membuat sesuatu untuk hiburan.」
「Seperti yang diharapkan dari Goshujin-sama.」
「Hal apa yang akan anda buat desu?」

Mira bertanya, matanya berkilauan dengan semangat.

Hanya Mira yang terlihat paling menikmati hal-hal seperti ini.

「Hmmm…」

Aku berpikir sesaat.

Aku berpikir tentang berbagai hal, namun arah pandangku secara tidak sengaja bergerak ke arah tiga budak-ku.

Eternal Slave.

Rambut pirang, telinga panjang, dan sangat cantik dari orang biasa. Siapapun yang kau tanyakan akan menjawab bahwa mereka terlihat seperti elf.

Saat aku melihat ke arah gadis-gadis cantik itu.......sebuah bola lampu menyala di kepalaku.

「Rumah pemandian.」
「「「Rumah pemandian?」」」

Mereka berkata secara bersamaan. Kelihatannya wajah mereka terlihat seolah bingung dengan maksudku.

Aku melihat ke daftar menu dan memastikannya.

Tidak ada rumah pemandian di daftar, tapi aku dapat mengkombinasikan beberapa hal untuk membuatnya.

***

Aku membuatnya di tengah-tengah kota.

Bangunan terbesar yang dapat aku buat, mata air (yang besar), dan Lava Soul dari Monster Lava.

Mengkombinasi semua itu bersamaan secara tepat, aku membuat rumah pemandian.

「Mengapa anda membuat sesuatu seperti ini?」

Kata Risha di depan Rumah pemandian yang telah selesai dibuat saat terlihat bingung.

Tentu saja.............................aku punya jawaban yang telah kusiapkan.

「Ini adalah hal yang paling penting. Ini dapat dikatakan sebagai fasilitas hiburan, namun ini juga akan meningkatkan kebersihan kota dan membantu mencegah penyakit. Jika kau tidak membersihkan tubuhmu sendiri dan menjadi kotor, itu akan mudah terserang penyakit.」
「Oke!」

Mira menjawab dengan semangat.

「Karena itulah kita membutuhkan sesuatu seperti ini.」
「Begitu ya.」
Kali ini Yuria mengagguk.

Aku sudah meyakinkan dua lainnya.

Yah, itu benar juga setelah semua.

Bahkan di Bumi, kota-kota Romawi Kuno setidaknya memiliki satu (tempat) pemandian umum.

Tidak perlu diragukan lagi bahwa itu adalah fasilitas penting.

「Seperti yang diharapkan dari Goshujin-sama!」
「Anda memikirkan penduduk kota sebagai Penguasa mereka!」
「Sekarang aku bisa melihat masa depan yang makmur untuk kota ini.」

Kata mereka bertiga.

Mereka semua terlihat mengagumiku.

Kekaguman itu semua baik dan bagus, tapi ada alasan lain aku membuat ini.

「Risha, Mira, Yuria———lepaskan pakaian kalian.」
「「「Huh?」」」

Mereka semua terlihat kaget.

「Le-lepas?」
「Meskipun aku mengikuti perintah Goshujin-sama...…」
「Mengapa?」

Mereka semua memberikan ekspresi yang sedikit ragu-ragu.......aku juga sudah punya jawaban yang telah dipersiapkan untuk (pertanyaan) ini. ( ͡º ͜ʖ ͡º)

「Ini untuk mengujinya sebelum dibuka untuk umum. Tentu saja, kita tidak bisa menggunakan seorang penduduk kota sebagai subyek uji cobanya, dan aku juga tidak bisa mengujinya sendiri. Jadi yang tersisa adalah kalian bertiga, bukan?」

Mereka bertiga mengeluarkan sedikit kata 「Ah」.

「Atau, kalian lebih memilih Tuan kalian yang melakukan pengujian ini sendiri?」

Ketika mereka mendengar itu, mereka bertiga teriak.

「Itu tidak masuk akal!」
「Menguji coba sesuatu untuk Goshujin-sama adalah tugas kami!」
「Kami yang akan.......melakukannya sendiri.」

Kata mereka bertiga dan mulai melepaskan pakaian.

Mereka meletakkan pakaian yang aku buatkan dan menuju ke bak mandi.

—Magic has been charged by 3,000—
—Magic has been charged by 7,000—

Itu mungkin dari Risha dan Mira, tapi sekarang aku tidak peduli.

Aku berdiri di dekat pintu masuk untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang masuk.........dan menikmati (pemandangan) tubuh elf yang indah. ( ͡º ͜ʖ ͡º)

Kulit putih bersih (dan mulus) mereka sangat cantik!!!! ( ͡º ͜ʖ ͡º)



Egao de Maryoku Charge Chapter 30 Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 30 - Biro Budak Pencetak Uang

Ketika aku bangun keesokan paginya, barang yang lain telah diantarkan.

「Selamat pagi Akito-san.」

Kali ini adalah Gerashim. Dia datang untuk mengatar barang dari Magatan.

Ada cukup banyak jumlah barangnya, orang-orang dari Magatan yang membawa mereka ke sini kelelahan.

「Jangan bilang ini…」
「Inilah apa yang semua orang bawa dari Magatan sebagai gantinya pajak. Silahkan diterima.」
「Aku mengerti. Risha, Mira, Yuria bawa itu semua ke tempat penyimpanan.」

Aku memerintah mereka bertiga dan mereka membawa barang-barang tersebut.

Mereka membawa barang-barang itu ke dalam rumah kayu yang telah aku konversikan menjadi tempat penyimpanan tadi malam.

「Terima kasih banyak Akito-san.」
「Ini semua baik dan bagus, tapi apakah kau membawa ini semua dari Magatan?」
「Ya.」
「….itu pasti sulit.」
「Tidak, ini semua berkat Akito-san bahwa semua orang telah diselamatkan.」
「…..Begitu ya.」

Aku memikirkan suatu hal.

Itu tidak masalah untuk menerima pajak dan menjadi Penguasa.

Namun, situasi saat ini tidak efisien.

「Hei Gerashim.」
「Ya, ada apa?」
「Apa yang terjadi pada uang?」
「Uang ya?」
「Ya, mata uang apa yang ada di dunia ini.」
「Umm…..benar juga.」

Gerashim berpikir sesaat dan menjawab,

「Saat ini tidak ada. Kami mempunyai beberapa koin lama yang digunakan, tapi ketika dunia ini hancur semua orang sangat putus asa dan mata uangnya tidak digunakan lagi.」
「Seperti yang aku duga.」

Itu sudah ada di pikiranku. Bahkan sejak aku datang ke dunia ini, tidak ada seorangpun yang membawa uang bahkan satupun.

Itu terus berlanjut sampai sekarang.

Itu baik-baik saja jika mereka memberiku pajak melalui bahan-bahan (mentah), namun ekonomi di dunia ini telah kembali ke jaman barter.

Aku telah diberikan sebuah misi untuk mengulang kembali dunia ini oleh sang Dewi. Dalam rangka untuk mencapai hal itu, aku perlu mengurus masalah mata uang.

Juga ada satu hal lain――yang perlu aku lakukan.

***

Setelah Gerashim pergi, aku mengambil kartu DORECA dan membuka menu.

Aku ingin membuat uang (kertas) dan koin.

Aku berpikir dan melihat ke arah Daftar Kerajinan dari Kartu Emas yang sudah sangat diperluas.

「Ahh, ini dia.」

Di antara item-item yang dapat dibuat ada uang kertas dan koin.

Terdapat enam nilai mata uang koin. Yaitu 1, 5, 10, 50, 100, dan 500.

Dan ada tiga nilai mata uang kertas. Yaitu 1,000, 5,000, dan 10,000.

Pertama-tama aku ingin membuat itu cukup banyak dalam sekali, tapi saat aku lihat apa yang dibutuhkan aku menyadari sesuatu.

Mungkin harusnya aku menyadari ini karena pola mata uangnya sama seperti mata uang Yen Jepang.

Aku memastikan bahan-bahan yang diperlukan.

「………Aku rasa sepertinya ini akan sulit untuk dipalsukan lebih dari satu cara…」
Aku tersenyum masam.

Aku membuat formasi lingkaran sihir dan mengikuti petunjuk arah yang menunjuk ke arah material.

Orang yang ada bersamaku sekarang adalah Yuria. Risha dan Mira sedang mengumpulkan sejumlah besar bijih besi untuk membuat koin.

「Master.」
「Hm?」
「Master terlihat sedikit tegang.」

Kata Yuria saat dia melihat ke arahku secara diagonal.

「Benarkah?」
「Mm, anda terlihat gugup atau tegang. Selain itu, anda membawa banyak obat pemulih.」

Seperti yang ia katakan, aku membawa banyak obat pemulih bersamaku.

Mungkin (ini) yang paling banyak yang pernah aku bawa.

「Bahan apa yang ingin kita dapatkan sekarang?」
「Yah…itu…」

Saat aku mulai untuk menjawab, aku melihatnya.

Sebuah sosok raksasa yang terbaring di dunia yang hancur ini. Kulitnya coklat gelap dan nampak seperti bukit dari kejauhan.

「Itu dia.」
「——seekor naga.」

Yuria menelan ludahnya.

Ya, seekor naga.

Salah satu bahan untuk (membuat) uang kertas adalah 「Darah Naga」.

Aku tidak tahu mengapa uang kertas memerlukan darah naga, tapi kesulitan (dalam membuat hal seperti ini) pasti meroket sampai ke langit.

Mau bagaimanapun juga, aku perlu menaklukan.....naga tersebut.

「Ayo Yuria.」
「…..oke.」

Suara Yuria kaku. Dilihat dari dekat ekspresi wajahnya tidak berbeda dari biasanya, namun ada keringat dingin di atas alisnya.

Kupikir ia takut akan hal itu.

「Yuria.」
「Ya?」
「Santailah dan ikuti aku.」
「……..」

Yuria membuka matanya dengan lebar.

Aku menekan berlian putih yang menempel pada Eternal Slave Kai.

Ketika aku membuat choker untuk Yuria, aku mendapat kesempatan untuk membuatnya memiliki sumpah budak seperti Risha dan Mira.

Yuria tersedot ke dalam dan Eternal Slave Kai mulai bersinar dengan sinar berwarna putih.

Tidak seperti Mira dan Risha, mata pisaunya tetap bertahan dari bentuk aslinya dan hanya bersinarkan cahaya.

Saat penasaran tentang kemampuan apa yang dimilikinya, aku membawa Eternal Slave Kai yang tersambung dengan jiwanya Yuria dan mendekati naga.

「Grr?」

Naga itu menyadari aku dan bangun sendiri.

Dia melihat ke arahku sambil akhirnya merubah wajahnya menjadi marah.

「Guoooooooo!」

Dia menatap langit dan meraung.

(Sihir naga berkumpul.)

Kata Yuria. Dan kemudian dada naga itu melebar lalu berkontraksi ketika makhluk itu mengeluarkan nafas api.

Seperti yang telah diperingatkan oleh Yuria sebelumnya, aku mengambil kesempatan untuk menghindar ke samping.

「Kerja bagus Yuria.」
(….Mm.)
「Kau bisa merasakan itu?」
(Ya, aku bisa.)
Ia menjawab dengan tenang tapi tegas.

「Kalau begitu, lakukan yang terbaik sebagai radarku.」
(——)

Setelah aku mengatakan itu, sesuatu mengalir dari Yuria ke aku.

Itu bukan kata-kata, tapi seolah ada peringatan yang langsung terdengar di kepalaku.

Pada saat itu, naga tersebut menyemburkan nafas api ke arahku.

Sebenarnya, peringatan sekitar satu detik sebelum bahaya (datang).

Oleh karena itu, aku bisa dengan mudah menghindarinya.

「Bagus, tetap pertahankan ini.」
(Oke.)

Menggunakan Radar Yuria aku dapat menghindari serangan naga itu.

Menghindar.....dan serang.



Eternal Slave Kai dengan Yuria di dalamnya sebagian besar kekuatan serangnya tidak berubah.

Risha dan Mira adalah penambah kekuatan murni dengan modifikasi atribut tambahan.

Dalam kasusnya Yuria, itu lebih seperti penyampai radar berakurasi tinggi.

Meskipun kekuatan serangmu tidak meningkat, kau tidak akan menerima serangan musuh sebagai gantinya.

Menghindar, tebas.

Menghindar, tebas.

Menghindar, tebas.

Aku mencincang tubuh keras naga itu.

「Sejumlah besar obat pemulih yang aku bawa jadi tidak berguna.」
(Aku benar-benar minta maaf.)
「Itu adalah pujian.」
(……Terimakasih banyak.)

Perasaan senang telah ditransferkan ke aku.

Aku terus melawan naga bersama Yuria.

***

Menyeret mayat naga dibelakangku, aku kembali ke kota Ribek.

「Apakah itu naga?」
「Jangan-jangan….itu yang asli?」
「Penguasa kita tampaknya telah mengalahkan makhluk itu sendirian.」
「Luar biasa……」

Meninggalkan kerumunan orang yang ribut di belakangku, aku menyeret mayat naga ini ke lingkaran sihir.

Di dalam lingkaran sihir sudah terkumpul semua bahan lainnya. Yang tersisa hanyalah darah naga ini.

Aku menggunakan Eternal Slave Kai untuk memotong naga dan menuangkan darah ke dalam lingkaran sihir.

Dengan semua bahan yang ada, lingkaran sihir yang telah lengkap disinari cahaya.

Apa yang muncul adalah selembar uang kertas. Pola itu tampak ringan dan sedikit bersinar dengan cahaya sihir.

—Ooooooooooohhhh!

Sebuah teriakan keluar dari penduduk kota yang berkumpul.

Itu adalah uang yang dibuat oleh DORECA.......uang yang tidak bisa dibuat jika tidak mengalahkan seekor naga.

Ini adalah mata uang yang sulit untuk dipalsukan lebih dari satu cara. Ini adalah awal dari sebuah mata uang baru di dunia ini.


Egao de Maryoku Charge Chapter 29 Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 29 - Keinginan Semua Orang

「Fuaa……」

(Di dalam) Mansion, ruanganku.

Setelah seharian dipenuhi dengan pekerjaan aku kembali ke ruanganku dan berbaring di atas tempat tidur.

Aku menggunakan sihirku, aku menggunakan kekuatan fisikku.

Bahkan sekarang ada lingkaran sihir yang belum lengkap di sana-sini menunggu seseorang untuk memasukkan material di dalamnya.

Karena aku sudah menyelesaikan apa yang aku butuhkan selama waktu berjalan, aku kembali istirahat.

*Tok*Tok* pintu ruanganku sedang diketuk.

「Ughhh….siapa itu?」
「Risha.」
「Mira desu~」

Ternyata mereka berdua ya.......

「Masuklah.」

Kataku sambil tetap berbaring di atas kasur. Mereka berdua memasuki ruangan.

「Ada apa?」
「Umm, Goshujin-sama…」
「Apakah anda ingin dipijat?」
「Dipijat?」
「Ya, aku kira Goshujin-sama pasti lelah」
「dan kami ingin sedikit meringankannya.」
「Oh. Kalau begitu lakukan saja.」
「Ok!」
「Yuria, kami serahkan sisanya padamu.」

Yuria memasuki ruangan dan Risha dan Mira mereka berdua keluar.

Yuria mendekat padaku saat aku berbaring di kasur dan mulai memijatku dengan tangan kecilnya.

「Bagaimana Master?」
「Ahhh, ini enaaaak. Lagi di sekitar bahu. Kuat....…tolong lebih kuat lagi.」
「Aku mengerti.」

Yuria polos seperti biasanya....
(TLn: wajahnya datar, suaranya juga datar.)

Namun tetap saja.....sekali choker itu dengan berlian putih dipasang di sekitar lehernya, 2 Jt (2,000,000) sihir telah masuk ke dalam kartu DORECA-ku.

Tubuh kecil Yuria dengan sepenuh hati sedang memijatiku.

「Yuria.」
「Ya?」
「Naik ke atas punggungku dan gunakan berat badanmu.」
「……Aku mengerti.」

Aku mendengar (suara) bisikan 「Maaf」.

Menggunakan tubuh kecil Yuria yang tidak memiliki banyak kekuata.

Karena itulah seharusnya sangat tepat untuk menggunakan berat badannya.

「Kenapa mereka berdua tidak melakukan ini juga? Apa kau tahu?」
「Mereka tidak diminta.」
「Oh begitu……hm?」

Aku hampir mengikuti arus sebelum sadar bahwa cara ia menanggapinya aneh.

「Mereka tidak diminta?」
「Ya.」
「Apa maksudmu?」
「Ini adalah salah satu prinsip dari Eternal Slaves.」
「Ajari aku.」
「Ini…」

Yuria menunjuk ke choker miliknya.

Ia tampak tersipu malu.

「Kudengar mereka berdua telah menerima ini juga.」
「Benar..…yah meskipun punya mereka sedang disita.」
「Master adalah Master yang baik.」

Tiba-tiba aku diberitahukan sesuatu yang membuatku sedikit.......gelisah kurasa....

「Master adalah Master yang membuat kami ingin mencurahkan hidup kami kepada anda. Sehingga ketika kami melihat anda kelelahan, kami ingin memulihkannya.」
「Fumu…」
「Tapi seperti yang anda tahu sekarang, jika mereka melakukan hal seperti ini, itu mungkin akan terlihat seolah mereka melakukannya hanya untuk mendapatkan choker mereka kembali. Jadi mereka yang memintaku untuk melakukan ini.」
「Jadi mereka mengkhawatirkan tentang hal itu?」
「Kami adalah budak setelah semuanya.」
「Hmmmmm....」

Lebih dari karena mereka hanya budak..........(tidak,) ini lebih karena mereka adalah Eternal Slave.

Seperti itu......aku rasa mereka memiliki komposisi mental yang rumit.....

.........baiklah kalau begitu.

「Risha! Mira!」

Aku memanggil mereka dengan suara yang keras.
Mereka berdua membuka pintu dan masuk dan nampak bingung.

「Apa anda memanggil kami Goshujin-sama?」
「Ya, kalian berdua cepat pijatkan aku.」
「Tapi…..」
「Ini adalah perintah.」

Ucapku lebih tegas lagi dan sedikit tempramen.

「Untuk berpikir bahwa ada budak yang tidak mendengarkan perintah dari Tuan mereka…..」
「——Tidaaak!」
「Bukan seperti itu!」

Kata mereka sambil bergegas menuju ke samping kanan-kiriku untuk memijat.

Aku menoleh ke wajah mereka.

Mereka berdua tersenyum.

Itu kelihatannya bahwa mereka berdua senang karena diperintah olehku.

—Magic has been charged by 1,000—
—Magic has been charged by 2,000—

Sihirku meningkat sedikit.

Hanya seperti itu, seluruh tubuhku direnggangkan oleh pijitan mereka.

Itu adalah perasaan yang sangat baik.

Meskipun kemampuan masing-masing dari mereka tidak terlalu tinggi.......kombinasi mereka bagus dan nyaman.

Sejujurnya, aku merasa bahwa pijitan Yuria telah membaik saat mereka berdua mulai bergabung.

Dan saat aku tertidur,

*Guruurururuurrurruu*

Perut seseorang keroncongan.

Aku mengangkat kepalaku dan melihat wajah Mira yang memerah.

「Jadi itu suara darimu ya?」
「M-Maafkan aku!」
「Aw, Mira apa yang kamu lakukan?」
「Dungu...」

Mira diserang oleh mereka berdua dan kepalanya menunduk dalam keputusasaan.

「Jangan mengkhawatirkannya, kau lapar karena memijatku.」
「Maafkan aku…….」
「Apakah ada sesuatu yang ingin kau makan?」
「Tapi kita tidak memiliki makanan apapun.」
Kata Risha.

Aku mengangkat tubuhku dan duduk bersila di atas kasur.

Aku melihat ke arah menu di kartu DORECA untuk sesuatu yang bisa dimakan.

Setelah naik ke Kartu Emas, sebuah kemampuan telah terbuka untuk mengijinkanku untuk membuat item dari sihir murni.

Jika aku tidak memiliki bahan-bahannya, maka aku hanya harus membayarnya 10x lipat.

Jadi, jika harga awalnya 3,000 untuk sebuah kueh.......maka itu akan menjadi 30,000.

Kupikir aku akan menggunakannya kali ini.

「Aku bisa membuatnya bahkan tanpa menggunakan bahan-bahan.」
「Menggunakan apa?」

Yuria bertanya sambil memiringkan kepalanya.

Ia membuat sebuah pandangan intelektual di matanya yang tidak cocok dengan wajah kecilnya.

Kelihatannya ia melihat bahwa ada kekurangan dalam metode penciptaan ini segera.

Saat aku berpikir bahwa betapa pintarnya dia, aku mengelus-elus kepalanya karena kupikir ia sangat kecil dan imut.

「Baiklah, bagusnya apa ya? Umm…Aku punya——」

Aku melihat ke arah menu dan mulai membaca saat,

*knock*knock*knock* sebuah ketukan berbunyi.

Itu bukan dari pintu ruanganku, tapi dari pintu masuk depan aku rasa.

「Risha」
「Oke!」

Risha berlari dengan penuh semangat.

(Dan) Ia segera kembali.

「Goshujin-sama, penduduk kota ingin bertemu dengan anda.」
「Mereka memanggil lagi…oke waktunya kita pergi…」
「Tidak, mereka membawa cukup banyak barang.」
「Membawa barang?」

Aku mulai mencari tahu apa yang terjadi.

Aku bangun, meninggalkan ruangan, dan menuju keluar.

Penduduk kota berdiri di depan (Mansion) dengan obor.

Ada sekitar 20 orang dari mereka.

Seperti yang Risha katakan mereka membawa cukup banyak tumpukan barang.

Di sana ada daging, buah, dan ikan.

Sekilas itu nampak seperti makanan.

Jumlahnya itu sedikit tidak masuk akal. Itu cukup untuk memberi makan empat keluarga selama sebulan (jika makanannya tidak membusuk).

「Ini?」

Orang-orang mendengar pertanyaanku.......Agafon melangkah maju dan angkat bicara.

「Ini adalah pajak.」
「Pajak?」
「Ya, ini adalah pajak untuk Penguasa kami. Kami telah menerima banyak hal dari Akito-san, tapi itu tidak baik jika kami hanya menerimanya saja. Jadi semua orang berdiskusi dan datang memberikan persembahan kecil ini.」
「Benarkah?」
「Tolong, diterimalah!」

Kata Agafon dan semua orang yang datang, membungkuk.

「Woah….Goshujin-sama luar biasa.」
「Bagi mereka untuk meminta anda untuk menerima pajak dan membungkuk…」
「Kepala mereka aneh…namun dengan cara yang baik.」
(TLn: entah maksudnya apa saya gak ngerti?)

Budak-budakku bergosip dibelakangku.
Omong-omong,

「Aku mengerti. Aku dengan senang hati akan menerimanya.」
「Terima kasih banyak!」

Agafon dan yang lainnya mengangkat kepala mereka dan berterimakasih padaku dengan semangat besar.

Mereka semua tersenyum dan nampak 「senang bahwa aku menerimanya」.

「Yep, kepala mereka pasti aneh…tentu saja dengan cara yang baik.」

Kata Yuria dari belakangku sambil nampak kagum.

.......pikiran itu mungkin juga terlintas di dalam pikiranku.
Karena pajak telah menjadi sebuah masalah........ Aku akan membuat sesuatu yang sangat berkaitan!


Egao de Maryoku Charge Chapter 28 Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 28 - Kekuatan Super

Setelah Valeria pergi, yang ada diruangan hanya tinggal aku dan budak yang kecil.

Ia berdiri di sana memperhatikanku.

Dibandingkan dengan Risha dan Mira, tubuhnya cukup kecil dan melepaskan perasaan yang hampir tidak ada ekspresinya.

「Em.…. Siapa namamu?」
「Yuria.」

Ia menjawab dengan nada yang datar.

「Yuria 'ya? Di lihat dari penampilanmu, kau seharusnya Eternal Slave benar?」
「Uhuh.」
「Oh. Kalau begitu mari bekerja sama mulai dari sekarang.」
「Baik.」

Kata dia dengan nada yang monoton dan ekspresi yang datar.

Keheningan melintas saat Yuria dan aku saling menatap.

Entah mengapa keheningan ini terasa menyakitkan. Aku berdiri dan keluar dari ruangan.

Aku berjalan keluar dari ruang tamu dan memasuki ruangan lain.

Di dalam ruangan ini terdapat tumpukan kertas.

Tumpukan kertas ini adalah form permintaan dari kota Ribek. Mereka meminta untuk perbaikan, pembuatan barang, dan hal lainnya yang diminta padaku.

Dengan kata lain.....ini adalah pekerjaanku sebagai Penguasa.

Aku hanya menatap semua kertas-kertas itu.

「Aku harus mulai dari mana?」
Gumamku.

Satu lembar dari seorang pedagang di sebelah utara kota yang meminta agar tembok yang telah rusak selama pertempuran segera diperbaiki.

Lembar yang lain memintaku untuk mengatasi kekurangan air yang kronis.

Kemudian lembar yang lainnya lagi memintaku untuk membantu menyembuhkan penyakit anak.

Hal yang rusak, hal yang tidak tercukupi, dan bahkan penyakit anak.

Semuanya adalah hal yang bisa aku atasi dengan cepat, namun karena banyak sekali permintaan aku jadi bingung harus memulainya dari mana.

「Uhhh.」

Aku merintih, kemudian Yuria bicara dari belakangku.

「Biar aku lihat.」
「Hm? Ya.」

Aku memberikan kertas-kertas tersebut ke Yuria.

Aku memperhatikan Yuria saat ia menerima kertas dariku lalu ia melihat kertas-kertas yang tersisa menumpuk di ruangan.

「Master bisa...…」 (TLn: Untuk Yuria, saya TL-nya menggunakan kata "Master" saja. Karena ekspresinya datar jadi lebih cocok menurut saya.)
「Hm?」
「Aku dengar Master bisa melakukan apapun.」
「Yap.」
「Benarkah?」
「Yap, apapun. Yah lebih akuratnya, selama aku memiliki kekuatan sihir aku bisa melakukan apapun.」
「Begitu ya.」

Yuria mengangguk dan mulai memilah-milah kertas.

Ia membaca mereka satu-per-satu dan mulai memilah mereka sesuai standar.

Setelah selesai ia melihatku.

「Baiklah.」
「Hm?」
「Aku telah mengatur berdasarkan tingkat kesulitannya.」

Katanya dan memberikan satu tumpukan kertas kepadaku.

Aku menerimanya dan melihat (kertas) permintaan. Kemudian mengambil yang lain dan melihatnya dengan teliti.

「Oh, kau mengaturnya dengan baik.」
「Jika itu seperti ini, Master bisa melakukannya dengan lebih efisien.」
「Begitu ya…..Oh iya, aku perlu menyiapkan bahan makanan untuk 500 orang. Meskipun aku membuatnya dengan sihir...…dimana aku harus menempatkan permintaannya?」
「Dalam hal ini, di sini.」

Yuria menunjuk ke tumpukan kertas yang lain.

Aku meletakkan kertas-kertas itu dari tanganku dan mengambilnya.

「Baiklah, mari kita mulai dari sini.」
「Ya.」

Kata Yuria dengan nada datar dan mengangguk.
Hmmm.....seperti yang kupikirkan, aku tidak mendapat pengisian sihir darinya.

***

Aku membawa Yuria dan pergi berkeliling kota untuk menjalankan tugas sebagai Penguasa.

Berkat kemampuan mengaturnya, aku dapat menyelesaikan tugas ini dengan efisien.

「Akito-sama, saya punya permintaan kecil.」

Permintaan baru juga diberikan ke Yuria untuk diatur.

Ia sangat berbeda dari Risha dan Mira tentang bagaimana mereka yang hidup dan berisik dalam melakukan sesuatu.

***

Malam, kembali ke mansion.

「Menu Open.」

———————————————————
Akito
Jenis: Kartu Emas
Jumlah Kekuatan Sihir: 392,567
Jumlah Item Dibuat: 51,922
Jumlah Budak: 3
———————————————————

Aku mengeluarkan DORECA untuk memeriksanya.

Jumlah item yang dibuat telah meningkat secara eksponensial. Ini karena jumlah Pushinee yang aku buat untuk Valeria.

Selanjutnya, kekuatan sihirku sudah sangat berkurang.

Itu menurun sehingga kira-kira tidak berada di dekat batas perhitungan.

Namun aku perlu memulihkan beberapa sihir yang telah hilang, pikirku dan melihat ke arah Yuria.

「Kerja yang bagus.」
「Aku bahkan tidak melakukan apapun.」

Seperti yang kupikirkan, responnya datar.

「Tidak, kau benar-benar sangat membantu. Ini semua berkatmu Yuria.」
「Baik.」
「Aku ingin berterimakasih padamu. Apakah ada sesuatu yang kau inginkan?」
「Tidak juga.」

Jawab Yuria dengan singkat.

Aku mengelus kepalanya untuk memastikan........

Kemudian aku membuatkannya pakaian........

Kemudian aku mengeluarkan sihir yang cukup untuk membuatkannya manisan..........

Kemudian aku mencoba sebaliknya dan memberikan potongan daging matang..........

Aku mencoba banyak hal yang berbeda tapi sihirku sama sekali tidak terisi.

Hmmm.....musuh yang tangguh.

「Goshujin-sama, aku kembali!」

Risha kembali. Ia telah bekerja di tempat lain, tapi saat melihat manisan di atas meja, aku bisa melihat rasa inginnya dari matanya.

「…………kau bisa memakan beberapa.」
「Terima kasih banyak!」

—Magic has been charged by 3,000—

Yap, Risha jujur.

Meskipun aku akan tersipu dengan ini, aku tahu bahwa aku bisa mendapatkan sihir lagi dengan memberinya manisan seperti ini.

Tapi di sini lain, Yuria dingin seperti biasanya.

Aku ingin tahu hal apa yang harus kulakukan supaya ia bahagia.

「Ummm…..Goshujin-sama....…」
「Apa?」
「Eng….jika boleh bicara, tolong jangan anggap aku sebagai budak yang tak tahu malu…」
「Hm?」
「Itu tentang choker…」
「Choker? Oh… ini?」

Aku mengeluarkan choker dari kantungku......salah satu yang aku sita sebagai hukuman. Begitu ya, jadi ini yang ia hawatirkan.

Pelaku utamanya adalah Mira.......aku bisa mengembalikan ini lagi atau memberinya 「hadiah medal budak」........jadi aku tidak keberatan untuk mengembalikannya.

Kemudian saat aku memikirkan mana yang lebih baik........

*Cliink*——Aku mendengar suara gemerincing.

Aku berbalik untuk melihatnya dan aku lihat Yuria menatapku dengan mata lebarnya.

Itu adalah yang pertama kalinya aku melihat ekspresi wajah yang jelas seperti itu di wajahnya sejak kami bertemu.

Pandangannya jelas mengarah ke..................choker.

Apakah ia menginginkan choker...........ya ia mungkin menginginkannya.

Mengapa? Karena ia adalah seorang Eternal Slave.

Itu wajar jika ia menginginkannya.

「Aku benar-benar bodoh...… Seharusnya aku menyadari ini lebih awal.」
「Huh?」

Aku bergumam dengan nada menjelekkan diri sendiri dan Risha tampak kebingungan.

「Menu Open. Yuria, warna apa yang kau suka?」
「Eh?」
「Choker-nya, aku membiarkanmu untuk memilih warna permata yang kau suka.」
「———! B-Benarkah!?」
「Ya.」
「Ka-Kalau begitu putih.」
「Baiklah.」

Aku menggunakan sihir dan meletakkan lingkaran sihir di bawah.

「Aku akan membantu!」
「Tunggu.」

Aku memberhentikan Risha sebelum ia berlari keluar.

「Ada masalah apa Goshujin-sama?」
「Aku yang akan mengumpulkan bahan-bahannya.」
「Goshujin-sama yang akan melakukannya?」
「Ya, ini kalung untuk budakku, aku akan membuatnya sendiri.」
「——Baiklah!」

Risha mengangguk dengan penuh semangat.

—Magic has been charged by 1,000—

「Kau tunggu saja di sini.」
「Ya.」

Yuria nampak seperti anak kecil yang menunggu Pagi Natal. Ia sepertinya sangat menantikannya.

Yuria seperti tipe yang tidak bereaksi terhadap banyak hal kecil, namun sekalinya bereaksi ia akan melepaskannya sekaligus.

—Magic has been charged by 2,000,000—

Pada saat aku membawakan chokernya, ia memberikanku sebuah senyuman yang sangat bahagia.


Egao de Maryoku Charge Chapter 27 Bahasa Indonesia

Bagian IV - Kartu Emas

Chapter 27 - Orang Ketiga

Kota Ribek, bekas bangunan Mansion Emas.

Kedua budak-ku dan aku sedang membuat rumah.

「Menu Open. Pertama, kita bangun rumah kayu.」

「Aku akan mendapatkan rumput abunoi dan batu busshi.」
「Kalau begitu aku akan mencari kayu!」

Mereka berdua pergi berlari. Mereka mungkin bekerja sangat antusias untuk mendapatkan chooker kembali.

「Tunggu tunggu tunggu.」

Aku memanggil mereka untuk berhenti, kemudian aku menempatkan lingkaran sihir lagi di tanah.

Satu untuk 「rumah tingkat」 dan yang kedua adalah sesuatu yang sudah terbuka setelah kartu-ku berubah menjadi emas........「mansion kecil」.

「Rumah tingkat」 membutuhkan satu rumah biasa sebagai bahannya dan 「mansion kecil」 membutuhkan dua rumah tingkat.

「Aku mengerti. Kami akan mengumpulkan itu semua sekaligus.」
「Silahkan ditunggu sebentar!」

Kata mereka berdua, dan pergi.

Aku melihat mereka pergi dan memeriksa menu.

———————————————————
Akito
Jenis: Kartu Emas
Jumlah Kekuatan Sihir: 498,879
Jumlah Item Dibuat: 4,812
Jumlah Budak: 2
———————————————————

Aku masih memiliki sedikit sihir yang tersisa. Bahkan setelah menghancurkan mansion emas itu aku masih punya sebanyak ini.

Dengan ini aku bisa membuat banyak hal. Aku bisa membuat berbagai hal yang tersedia setelah itu berubah menjadi Kartu Emas.

Pertama-tama, aku dapat membuat berbagai kendaraan sehingga aku bisa menghubungkan keempat kota melalui jaringan transportasi.

Karena jumlah penduduk yang tiba-tiba meningkat, aku perlu meningkatkan jumlah produksi makanan...........Pushinee. Ngomong-ngomong, aku bisa membuat 100 per lingkaran sihir, tapi membutuhkan biaya 150 kekuatan sihir. Itu artinya biaya baru per Pushinee adalah 1,5 kekuatan sihir.

Yah, jika perhitunganku salah, peringkat selanjutnya akan mengijinkanku untuk membuat 1,000. Namun, aku tidak akan terkejut jika aku harus membayar dua kali lipat........2,000 kekuatan sihir untuk masing-masing lingkaran.

Mulai sekarang kota akan berkembang dan begitu juga jumlah warganya.

「Akito-sama.」

Sebuah suara mengganggu pemikiranku.

Seorang wanita berusia sekitar 20-an.......penduduk dari kota Ribek mendekatiku.

「Akito-sama, para pria ingin pergi berburu, namun mereka tidak punya cukup senjata, apakah mungkin untuk memperoleh beberapa? Kami kekurangan sekitar 20.」
「Aku mengerti. Ketika aku selesai di sini aku akan membuat beberapa.」

Wanita itu berterimakasih padaku dan pergi.

Hanya satu hal lagi yang perlu aku lakukan.

Hmm, aku ingin tahu berapa banyak hal yang harus aku lakukan secara keseluruhan?

Pikiranku merasa sedikit bingung.

Saat aku sedang sedikit melamun, Risha dan Mira kembali.

Mereka berdua membawa persediaan, menempatkan itu kedalam lingkaran sihir, dan pergi sekali lagi.

「…...ini tidak efisien.」

Semua bahan-bahan 「mansion kecil」 di sini (selain dari rumah tingkat), tapi bahan-bahan untuk rumah kayu bahkan tidak sepenuhnya terkumpulkan........

Aku terjaga dalam kekacauan dan begitu juga mereka berdua.

***

「Bagaimana kabar anda? Saya adalah wakil pemimpin dari Kazan, Malta, nama saya Valeria.」

Di dalam mansion yang telah selesai, kami menyapa seorang tamu di ruang tamu.

Aku duduk di seberang seorang wanita.

Dia melepaskan perasaan yang tenang/tersusun dan tampak seperti tipe ‘gadis sastra’ yang cantik. Dia berdiri di depanku dan membungkuk.

「Ahh, aku Akito.」
「Saya tahu. Penguasa kuat yang mengendalikan empat kota sekaligus. Rumor tersebut sudah sampai ke Kazan.」
「Begitu ya.」

Apakah Kazan sebuah nama daerah, atau sebuah nama kota?

Jadi itu artinya bahwa Maruta adalah pemimpinnya dan wanita ini, Valeria, adalah bawahannya.

Aku pikir bahwa aku hanya menyapa seorang tamu................tapi mungkinkah ini pertemuan diplomatik?

Penguasa di tempat lain telah mengirimkan seorang utusan untuk bertemu dengan Penguasa daerah ini......dengan kata lain, aku.

.......................ini jelas semacam pertemuan diplomatik.

Aku terjebak dalam berbagai hal, namun aku masih belum memahami posisiku dengan baik.

Aku menyusun pemikiranku dan perasaanku dan sekali lagi mulai berbicara dengannya.

「Jadi, Valeria, adakah sesuatu yang kau butuhkan dariku?」
「Pertama, saya ingin berterimakasih karena telah menerima saya dengan sopan setelah tiba-tiba berkunjung.」

Dia membungkuk sekali lagi. Namun, aku benar-benar tidak berpikir punya alasan untuk menolak pertemuan ini.

「Saya telah mengamati kota ini saat berkunjung menuju ke sini. Tidak seperti sebelumnya, mereka terlihat penuh dengan energi. Mereka terlihat seperti hampir terlahir kembali.」
「Apakah mereka mengerikan sebelumnya?」
「Ya, semua orang…hidup seolah-olah mereka dipinjamkan waktu, kota itu sendiri menyedihkan.」

Itu mungkin karena bagaimana Marato memerintah.

「Bangunan-bangunannya tampak baru dan bagus, dan orang-orangnya tampak lebih baik. Saya pikir mereka mungkin menjadi orang-orang yang berkecukupan di sepanjang dunia yang hancur ini.」

Bukankah kau sedikit melebih-lebihkan? Aku benar-benar tak berpikir bahwa kami berada di garis terdepan dari kemakmuran.

Namun, Valeria terus memujiku.

Dia terus menekankan betapa kayanya kota ini.

「Ini pendapat saya sendiri yang sederhana, tapi ini tidak akan mungkin terjadi tanpa ada kekuatan Akito-sama, bukan?」

Dia bertanya. Aku pikir bahwa aku bisa melewatinyanya namun,

「Bagi Akito-sama yang seperti itu, kami datang untuk menanyakan sesuatu.」
「…...apa yang kau inginkan?」
「Saya pikir ini adalah permintaan yang kurang ajar dan tak tahu malu…..」

Dia memberikan asumsi yang sangat penting, tanpa sadar aku menelan ludah untuk mengantisipasi......

「Bisakah anda.….memberi kami.….makanan?」
「…….hm?」

Aku merasakan perasaan anti klimaks yang berbeda.

Aku bersemangat terhadap jenis permintaan yang tak masuk akal apa yang mereka ingin buat.......dan itu berakhir pada makanan.

Yah, jika mereka semua ingin makanan maka......

Aku bisa membagikan beberapa yang menjijikan itu, mengenyangkan, dan Pushinee berkalori itu.

「Mungkin kami kurang ajar untuk mengemis hal yang paling berharga di dunia yang telah hancur ini, tapi tolonglah. Entah bagaimana jika anda bisa, saya mohon….」

Hm?

Valeria kelihatannya seperti sudah kehabisan pikiran.

Apakah kau sangat membutuhkannya?

Meskipun kau harus mengemis?

Tiba-tiba aku ingat beberapa hal saat aku dibawa ke dunia ini.

Aku teringat apa yang telah terjadi di (kota) Akito, Bisk, Magatan, dan di Ribek.

Sebelum aku terlibat dengan mereka, mereka telah menderita kekurangan makanan dan berada di penghujung kaki terakhir mereka.

Sekarang setelah aku memikirkannya, dunia ini telah hancur dan menjadi tanah hampa dan gurun.

Itu normal.......karena ada kekurangan makanan yang tidak terkendali.

Jadi begitu.

「Aku mengerti.」
「——Kalau begitu!」
「Ada berapa banyak orang di sana?」
「Sekitar 500 orang desu!」

Kupikir aku harus memberi mereka makanan yang cukup untuk tiga kali sehari untuk satu bulan.

Jadi......45,000.

Dengan efisiensi 100 Pushinee per lingkaran sihir...........itu dikenakan biaya 67,500.

Yah, itu jumlah yang tidak terlalu besar.

「Sungguh, terimakasih banyak! Akito-sama adalah penyelamat kami!」

Valeria membungkuk dalam-dalam.

Yah, ini adalah makanan.

Di antara kebutuhan hidup, ini adalah yang paling penting.

「Ngomong-ngomong…..Saya dengar bahwa Akito-sama dilayani oleh dua Eternal Slave…」
「Hm? Ya benar. Ada apa?」
「Jika anda berkenan.…saya telah membawakan satu untuk anda.…tolong terimalah.」
「Membawakan satu.…maksudmu seorang Eternal Slave?」
「Ya. Masuklah.」

Dia berbalik dan memanggil.

Seorang gadis dengan mantelnya membuka pintu dan masuk ke dalam.

Dia memiliki rambut yang keemasan, telinga lancip, dan mirip seperti elf.......Eternal Slave.

「Jika anda berkenan, tolong terimalah.」

Kata Valeria sambil membungkuk lagi.

Aku ingin.......menerimanya.

Seorang elf sebagai balasan dari bantuanku.
Aku sama sekali tidak punya alasan untuk menolaknya.

「Aku mengerti, aku akan menerimanya.」
「Terima kasih banyak!」

Pada saat itu juga kartu DORECA-ku menyala.

Di dalam menu, jumlah budak bertambah menjadi 3.



Egao de Maryoku Charge Chapter 26 Bahasa Indonesia

Bagian III - Kartu Perak

Chapter 26 - Penguasa

Tempat kediaman (mansion) emas, Ribek.

Madway, Agafon, dan Gerashim berkumpul di ruang konfrensi.

Kami berempat duduk di meja bundar.

Risha dan Mira membagikan kertas saat gilirannya tiba.

Halaman-halaman kertas tersebut penuh dengan kata-kata, tapi mereka bertiga menandatanganinya langsung tanpa membacanya.

「Oioi, itu sebuah kontrak. Apakah tidak masalah untuk tidak membaca isinya?」
「Yah itu adalah sesuatu yang Akito-san buat.」

Jawab Madway, orang yang kenal denganku lebih lama.

「Jadi itu tidak ada masalah.」

Aku ingin membalasnya tapi Agafon dan Gerashim menjawab dengan kata yang sama.

「Aku punya pendapat yang sama. Jika Akito-san ingin menipu kita, seharusnya sudah lama dilakukan.」
「Benar sekali. Dia tidak akan melakukan hal-hal yang tak berarti seperti itu.」

Mendengar apa yang mereka berdua katakan, Madway melipat tangannya dan mengangguk dengan bijak.

Mereka percaya denganku hampir pada batas yang mengejutkan.

「Kalau begitu, sisanya tinggal Akito-san.」

Kata Gerashim, dan dua orang lainnya melirik ke arahku.

Sisanya adalah tanda tanganku.

Aku melihat perkamen(kertas kulit) di tanganku dan menandatanganinya.

Perkamen yang aku buat dengan DORECA mulai bersinar dengan cahaya.

Kontrak selesai. Aku telah menjadi Penguasa dari komunitas empat kota ini.

***

Aku keluar dari mansion emas dan melihat langit.

Risha berjalan di sampingku.

「Goshujin-sama, aku sudah memastikannya. Tak ada seorangpun yang berada di dalam.」
「Begitu ya.」
「Karena anda menyuruh semuanya keluar, apakah anda ingin melakukan sesuatu?」
「Ya. Menu Open.」

Memegang DORECA, aku membuka menu.

Aku memilih salah satu fungsi baru yang telah muncul ketika kartunya menjadi perak.

—Dismantling— (—Pembongkaran—)

Aku memilih itu, dan mengarahkannya ke mansion emas.

「Oioi, ini membutuhkan 500,000 kekuatan sihir?」

Tanpa sadar aku bicara dengan tercengang.

Pembongkaran digunakan untuk memecah sesuatu ke bagian-bagian dasarnya.

Kau bisa memecah sesuatu seperti struktur atau alat-alat, namun kau perlu membayar jumlah sihir yang sesuai.

Ketika aku memilih mansion emas milik Marato, biayanya sangat konyol yaitu 500,000.

「Goshujin-sama apakah anda ingin memperbaiki bangunan ini?」

Risha bertanya. Ia tak mengerti karena ini adalah pertama kalinya aku menggunakan Pembongkaran.

「Tidak, itu adalah sebaliknya. Aku akan menghancurkannya.」
「Menghancurkannya?」
「Ya. Jika ada sesuatu seperti ini di dalam kota, tidak ada seorangpun yang akan senang.」

Mansion emas ini adalah simbol dari pemerintahan Marato yang kejam. Dari apa yang kudengar, kebanyakan dari 「Pajak Perlindungan」 yang berasal dari Ribek dan Bisk digunakan untuk membangun mansion ini.

Jadi pada dasarnya itu adalah simbol kekejaman.

「Aku mengerti.」
Risha mengangguk.

Kemudian pada saat itu Mira muncul.

Ia kembali dengan sebuah senyuman di wajahnya.

「Ada apa Mira? Apa kau menemukan sesuatu yang bagus?」
「Ya! Silahkan di lihat Goshujin-sama!」

Mira menunjukkannya padaku dan Risha bertanya,

「Apa ini?」
「Ini busur ornamen desu~」

Kata Mira dengan senyuman yang besar.

「Baru saja aku dari toko dan aku bilang bahwa ini terlihat bagus, jadi mereka memberikannya padaku. Mereka juga menitipkan satu untuk Risha-san.」

Katanya sambil mengeluarkan satu lagi untuk Risha.

「Benar juga, mereka bilang untuk menitipkan salamnya untuk Goshujin-sama.」
「Itu…..」

Tidak terlalu bagus aku pikir tapi,

「Ada apa Goshujin-sama?」

Mira kelihatannya tidak mengerti.

Risha melirik pada apa yang dilakukannya. Senpai tersebut mengerutkan alisnya atas ketidaksenangan terhadap kouhai-nya.

「Mira, apakah kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?」
「Eh? A-Apa aku melakukan sesuatu yang buruk?」
「Kau….ini hampir sama seperti Goshujin-sama menggunakan kekuatannya untuk memeras orang. Sebagian besar orang-orang di kota ini tahu bahwa Mira adalah budaknya Goshujin-sama, dan karena itu mereka tak dapat melawannya sekarang.」
「Ah——」

Wajah Mira pucat.

「M-Maafkan aku! Aku akan pergi untuk mengembalikannya!」

Mira menghilang saat itu juga.......kemudian kembali dengan cepat.

「Maafkan aku Goshujin-sama! Aku tidak mengerti apa yang telah terjadi!」
「Yah, selama kamu mengembalikannya——」
「Mira kita adalah budaknya Goshujin-sama. Jika kita melakukan sesuatu dan menyebabkan masalah sebagai budaknya Goshujin-sama, bukankah kita akan menodai nama baiknya Goshujin-sama? Benar bukan?」

Pada kata-kata Risha, Mira tambah pucat dan pucat.
Pada akhirnya dia gemetar.

Ia terlihat seperti `dunia akan berakhir besok`.

「M-Maafkan aku Goshujin-sama! Aku tidak bermaksud seperti itu desu!」

Yah, ini Mira yang sedang kita bicarakan, dia sangat na'if. Hal ini terjadi karena pertimbangan pihak lain yang tidak diperlukan.

Jika sudah sejauh ini maka aku tidak terlalu memikirkannya. Selama ia mengembalikannya dengan benar.

「Tidak apa-apa.」
「……..」

Untuk beberapa alasan, Mira terlihat seperti ia ingin menangis.

Aku memaafkannya, tapi mengapa ia terlihat seperti itu.

「Goshujin-sama.」

Risha berbicara dari sampingku.

「Maafkan aku karena telah membuat masalah. Namun, dia membuat kesalahan besar seperti itu sebagai seorang budak, aku kira bahwa hukuman harus diberikan.」

Pemberian hukuman. Itu kedengarannya sedikit kasar.

Tapi pada saat Risha mengatakan hal itu, Mira mengangguk dengan penuh semangat.

Itu adalah reaksi yang sebenarnya berteriak seperti ‘Tolong lakukan itu Goshujin-sama’.

Apakah ini———sesuatu yang harus aku lakukan?

「………kalau begitu lepaskan kalung pengikat(choker) di lehermu itu.」
「Eh? Ap—baiklah.」

Mira melepaskan kalung pengikat(choker) di lehernya.

Itu serupa dengan milik Risha dengan hiasan permata. Jika kuingat dengan benar, ia cukup senang ketika aku memberikannya.

「Untuk sekarang kau tidak layak untuk mengenakan ini, jadi aku akan menyitanya.」

Karena ini adalah hukuman, aku rasa akan lebih baik untuk bersikap sedikit ketat daripada biasanya.

Untuk kalung pengikat(choker) ini sendiri........setelah semua masalahnya mereda aku akan mengembalikannya.

Pikirku dan sekali lagi berbalik untuk membongkar mansion ketika,

—Magic has been charged by 3,000—

「Huh?」

Aku membeku ketika aku benar-benar menerima pengisian sihir yang tidak diharapkan.

Setiap kali budak-budak-ku bahagia, aku menerima banyak pengisian sihir untuk DORECA.

Aku tidak menggunakan carany Seiya......jadi tidak diragukan lagi 3,000 ini adalah dari 「kebahagiaan」.

Aku menoleh ke Risha dan Mira.

Jangan-jangan itu.......atau begitulah pikirku.

Aku menoleh ke Risha dan mengatakan,

「Risha, lepaskan kalung pengikat(choker) di lehermu juga.」
「Eh?」
「Ini adalah tanggung jawab bersama. Kau juga bertanggung jawab atas kesalahan dari kouhai-mu. Sebagai hukuman, untuk sementara aku akan menyita punyamu juga.」
「Baik……」

Risha melepaskan kalung pengikat(choker) di lehernya.

—Magic has been charged by 6,000—

Aku mendapatkan lebih daripada yang kudapatkan dari Mira.

Kelihatannya mereka juga mendapatkan kebahagiaan dari 「hukuman yang disebabkan karena kegagalan / kesalahan」.

Aku punya perasaan seperti itu dari wajah mereka.

Eternal Slave.....orang yang memiliki sifat seperti budak secara alamiah.

Kemungkinan besar sesuatu seperti itu 「bagus」 untuk mereka.

Ini tidak apa-apa dan 「bagus」 tapi jika berjalan terlalu jauh dan mereka mulai membuat kesalahan dengan sengaja itu menjadi tidak akan bagus. Aku harus memperhatikan ini untuk kedepannya.

Aku memikirkan hal itu dan menempatkan lingkaran sihir untuk membongkar mansion emas Marato.

Mansion emas itu terbungkus oleh sihir dan perlahan terlarutkan.

Penduduk kota mulai melihatnya dan berkumpul.

Mereka semua memandanginya dengan ekspresi gembira karena simbol kekuatan Marato telah hancur.

Setelah beberapa waktu saat mansion emas itu tidak ada lagi (lenyap). Itu telah menjadi sebidang tanah yang baru.

Semua penduduk kota berlutut dan membungkuk di hadapanku.

「Terima kasih banyak Akito-sama!」

Seseorang berkata seperti itu, dan itu membuat mereka semua memanggilku dengan sebutan 「Akito-sama」.

Ini memberiku sedikit perasaan seperti ‘Raja’.

Dan begitulah, tanpa kusadari, kartu DORECA mulai bersinar.